Menu Tutup

Bisnis Ternak Kambing : Apakah Prospektif Di Tahun 2020?

Kambing merupakan hewan herbivora ini memiliki pangsa pasar luas dan permintaan akan daging kambing dari tahun ke tahun semakin meningkat. Untuk kurban, aqiqah, pesta, dan masih banyak lainnya.
Bukan hanya daging. Susu, kulit, dan bulunya pun diminati masyarakat. Jadi tidak berlebihan jika kini bisnis ternak kambing terbukti prospektif dan menghasilkan.

Bisnis Ternak Kambing

Eksistensi kambing sebagai hewan ternak terus bertahan hingga kini dengan pemanfaatan yang kian luas. Membuktikan bahwa kini bisnis ternak kambing terbukti prospektif dan menghasilkan. Keunggulan Ternak Kambing Dibandingkan dengan jenis hewan ternak lain seperti sapi, kerbau atau unta, kambing memiliki keunggulan dari segi harga, perawatan, dan pangsa pasar. Seperti pemaparan di bawah ini.

Kebutuhan Pasar Luas

Sebagai sumber pangan, pangsa pasar kambing bisa dikatakan luas dan jauh lebih menjanjikan dibandingkan jenis ternak mamalia lainnya. Misalnya untuk aqiqah dan kurban, dimana jumlah kambing yang dibutuhkan untuk kedua acara tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.  Daging kambing tidak mengandung kolesterol dan lebih sehat, karena itu fungsinya sebagai sajian pesta dan acara-acara lainnya juga semakin meningkat. Pada tahun 2018, permintaan akan daging kambing sebesar 66,9 ribu ton dan mengalami peningkatan dari tahun 2017 yang berkisar di angka 48,7 ribu ton.

Bukan hanya dagingnya, susu kambing juga sangat populer sejak tujuh tahun belakangan, setelah terbukti sangat cocok dikonsumsi bagi mereka yang menderita intoleransi laktosa, penyakit pernapasan, alergi, dan penyakit pencernaan. Susu kambing dan produk olahannya memiliki harga yang relatif tinggi dibandingkan dengan susu sapi dan produk olahannya.

Harga Relatif Stabil

Harga beli kambing juga relatif stabil dari tahun ke tahun, bahkan cenderung meningkat secara konsisten. Terutama pada masa-masa menjelang Hari Raya Idul Adha. Kenaikan bisa menjacapai 200-700 ribu per ekor. Harga kambing juga relatif stabil di hari-hari biasa.

Perawatan Relatif Mudah

Walaupun kambing lebih selektif dalam memilih makanan (hanya ingin daun dan rumput segar, tidak mau memakan yang sudah kering atau layu), secara umum merawat kambing tidaklah sulit. Perawatannya secara umum meliputi penempatan kandang, pemberian makan, dan perawatan kebersihan. Kandang kambing sebaiknya memiliki ventilasi yang cukup dan sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah. Beri sela di antara papan lantai, tujuannya agar kotoran kambing langsung jatuh ke tanah dan mudah dibersihkan.

Bersihkan kandang tiap pagi, satu atau dua hari sekali. Pembersihan meliputi penyapuan dan membersihkan tempat pakan. Makanan kambing jangan diletakkan langsung di atas tanah karena dikhawatirkan akan terkena kotoran dan bakteri. Letakkan di tempat yang berjarak dengan tanah. Bisa di kotak palet bekas, atau keranjang jerami. Bisa juga di dalam tempat sampah tahan air.

Kambing lebih suka dedaunan, berbeda dengan domba yang menyukai rumput. Hampir semua daun dimakannya, seperti lamtoro, daun nangka, gamal, dll. Agar kambing lebih sehat, makanan bisa dicampur dengan konsentrat dari dedak, bungkil kedelai, dan tepung ikan.

Jangan sampai kambing kekurangan minum. Seekor kambing dewasa minum 1,5 hingga 2,5 liter air sehari.
Mandikan kambing dan sikat badannya dengan seksama. Tidak perlu setiap hari, cukup seminggu sekali saja. jangan lupa untuk memotong kukunya agar tidak patah, bengkok atau terinfeksi.

Jenis Kambing Cocok Untuk Bisnis Ternak

Bisnis Ternak Kambing

Dari sekian banyak jenis kambing yang lazim diternakkan di Indonesia, tiga di antaranya adalah jenis yang paling cocok untuk bisnis ternak kambing yang terbukti prospektif dan menghasilkan.

Kambing Jawa

Di beberapa tempat juga disebut kambing kacang. Perawakannya kecil, tapi daya tahannya terhadap lingkungan sangat kuat. Kambing ini cepat berkembang biak dan cocok dipelihara sebagai ternak sampingan oleh para petani. Jantan dewasa rata-rata berbobot 25 kg dan dewasa betina sekitar 20 kg.

Kambing Etawa

Kambing etawa bukan kambing asli Indonesia. Jenis ini berasal dari India yang nama aslinya Jamnapari. Kambing dewasa jantan bisa berbobot hingga 91 kg dan yang betina lebih kecil, sekitar 63 kg. Kambing ini adalah penghasil susu yang baik, dalam sehari bisa menghasilkan susu hingga 3-5 liter.

Domba

Walau sama-sama mengembik, tapi domba berbeda dengan kambing. Secara umum dibedakan menjadi dua jenis; domba pedaging dan domba penghasil wol. Walau demikian, mamalia berbulu keriting ini juga dimanfaatkan susunya, walau tidak seterkenal susu kambing. Domba berasal dari Asia Tengah bagian selatan dan barat daya.

Analisa Usaha Ternak Kambing

Setelah melihat keunggulan beternak kambing serta jenis-jenis kambing yang cocok untuk bisnis, saatnya mengaalisa usaha ini. Dari hasil analisa sederhana, kita bisa yakin bahwa kini bisnis ternak kambing terbukti prospetif dan menghasilkan.

Biaya Tetap

Biaya tetap merupakan biaya yang dikeluarkan dengan jumlah yang nyaris tidak berubah, walaupun jumlah atau variabel lain dalam usaha berubah. Dalam hal peternakan, biaya tetap biasanya mencakup biaya lahan atau tempat usaha, biaya pekerja, biaya izin atau pajak, dll.

Biaya Variabel

Biaya variabel berhubungan langsung dengan operasional peternakan. Misalnya biaya pakan, vitamin, biaya pemeliharaan, dll. Untuk memperbesar margin keuntungan dalam ternak kambing, biaya variabel adalah poin yang bisa dihemat peternak. Bukan dengan cara mengurangi pakan atau menurunkan kualitas pemeliharaan, tapi dengan memilih metode pemeliharaan yang lebih efisien dengan hasil yang tinggi.

Salah satunya adalah dengan menggunakan suplemen yang bagus dan berkualitas. Suplemen dan probiotik kambing yang baik dan berkualitas akan membuat daya tahan tubuh kambing lebih kuat, makannya lebih lahap, dan tidak memerlukan perawatan yang rumit.

Contohnya suplemen organik cair GDM. Dengan suplemen probiotik, kambing tidak perlu pakan konsentrat, otomatis akan mengurangi biaya pakan. Pengurangan biaya berarti kenaikan laba. Selain itu, dengan suplemen organic cair, kambing akan lebih kuat imunitasnya, lebih banyak makannya, cepat gemuk, dan anakan kambing yang lahir juga lebih sehat. Semua poin tersebut akan meningkatkan harga jual kambing hingga 2x lipat, dan artinya penambahan laba juga akan meningkat 2x lipat.

Pendapatan

Pendapatan dari bisnis ternak kambing biasanya mengikuti musim. Jika mendekati hari raya terutama hari raya Idul Adha, maka pendapatan peternak bisa meningkat berkali-kali lipat. Namun bukan berarti di hari biasa peternak merugi, karena kebutuhan daging dan susu kambing terus ada setiap hari.

Keuntungan

Dengan cara memilih metode beternak yang benar dan efisien, menggunakan suplemen dan vitamin yang berkualitas, maka keuntungan ternak kambing bisa mencapai 2-3x lipat dari modal awal. Keuntungan ini didapat dari penjualan kambing pedaging, anakan atau bibit kambing, serta susunya.
Dengan penjabaran di atas, terlihat jelas bahwa kini bisnis ternak kambing terbukti prospektif dan menghasilkan. Kabar baiknya, bahkan kambing Indonesia pun sekarang telah menembus pasar ekspor. Beberapa negara yang mengimpor kambing asal Indonesia misalnya Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *