Menu Tutup

Analisis Peluang Bisnis Budidaya Udang Vaname Omzet Milyaran

Udang vaname adalah salah satu varietas udang yang lezat. Hewan kecil berdaging empuk ini juga merupakan varietas yang sangat menguntungkan jika dibudidayakan. Indonesia bahkan menjadi negara pengekspor udang vaname ketiga terbesar di dunia dengan nilai sekitar Rp3,6 triliun atau 85% di tahun 2018.

Selain sebagai sumber protein dan omega 3 dan 6, udang vaname juga kaya akan kalsium, potassium, dan fosfor. Uniknya, walau aslinya adalah udang laut, udang vaname juga bisa ditambakkan di kolam air payau.

Udang vaname (Liopenaeus vannamei) adalah jenis udang yang berasal dari pantai  barat Amerika, berada di sekitar Teluk California, Guatemala, El Salvador, Nikaragua, sampai ke Peru di Amerika Selatan. Dengan daya tahan tubuh yang kuat di kisaran salinitas yang luas, udang ini sangat berpotensi untuk dikembangbiakkan.

Udang  vaname dapat ditambakkan di air tawar maupun payau, dengan lokasi dataran rendah hingga sedang. Di Indonesia sendiri udang ini masuk sekitar tahun 1996, untuk memenuhi kebutuhan udang nasional yang tidak tercukupi, akibat produksi udang windu yang menurun akibat kematian massal. Namun baru naik daun dan menjadi lahan bisnis yang potensial sekitar tahun 2001.

Secara morfologi, udang jenis ini lebih besar daripada udang biasa namun lebih kecil dari udang windu. Tubuhnya berwarna agak putih dengan warna kekuningan dengan kulit keras dan daging yang tebal dan kaki berwarna putih. Udang ini suka sekali berendam di dalam lumpur. Tubuhnya cukup besar, walau tidak sebesar udang  windu, dan pertumbuhannya pesat sekali. Saat ini pertambakan udang vaname mulai menjamur di Indonesia, dengan beberapa sentra seperti Buol (Sulawesi), Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera. Namun peluang dan pangsa pasarnya masih sangat besar, mengingat tingginya minat masyarakat pada menu berbahan udang.

  1. Keunggulan Bisnis Budidaya Udang Vaname

Melihat besarnya minat masyarakat Indonesia akan daging udang, budidaya udang vaname merupakan primadona dalam dunia perikanan. Beberapa keunggulan bisnis budidaya udang vaname misalnya:

  • Jenis udang unggulan, sesuai SK Menteri Kelautan No. 41/2001.
  • Cepat panen, karena udang vaname dapat tumbuh dengan cepat, sekitar 3 gram per minggu.
  • Modal budidaya tidak terlalu besar, dengan harga jual udang yang tinggi.
  • Sangat berpotensi untuk pasar impor. Indonesia adalah salah satu negara penghasil udang terbesar di dunia, setelah Thailand dan India.
  • Konsumen udang vaname banyak, mulai dari restoran, hotel, usaha kuliner, hingga rumah tangga.
  • Udang vaname dapat dibudidayakan di air dengan salinitas tinggi, dapat juga menggunakan kolam terpal. artinya lokasi pembudidayaan cukup beragam dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas.
  • Waktu pembudidayaan yang singkat, sekitar tiga bulan untuk satu kali siklus.
  • Udang ini tidak memerlukan asupan protein yang tinggi dalam pakannya.

Baca Juga : Bisnis Ternak Kambing, Prospektif di Tahun 2020

  1. Harga Jual Udang Vaname

Dengan ukurannya yang cenderung sedang hingga besar dan rasanya yang lebih lezat daripada udang kebanyakan, jenis udang ini termasuk udang dengan harga tinggi. Di pasaran, harga udang vaname berkisar antara Rp100.000 hingga Rp180.000 per kilogram (data Desember 2019). Jika sudah masuk ke pasar modern dengan kemasan yang lebih bagus, harganya bisa meroket lebih tinggi lagi. Sementara harga udang vaname di petambak mencapai Rp65.000 hingga Rp95.000 per kilogram. Harga udang vaname bervariasi sesuai ukuran udang. Kemasan, tempat membeli, kondisi kesegaran juga menentukan.

Walau termasuk mahal bagi sebagian masyarakat, permintaan akan udang vaname tetap besar. Lebih baik lagi jika pembudidaya membidik pasar ekspor, seperti Singapura, Brunei, bahkan Eropa. Rasa dagingnya yang lebih enak dan tebal membuat udang ini menjadi menu favorit di berbagai restoran dan hotel. Harga udang vaname ini juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari harga tahun 2018, dimana saat itu udang vaname hanya dihargai sekitar Rp80.000 hingga Rp100.000 saja per kilogram.

Untuk menjual hasil panen udang vaname secara online anda bisa menggunakkan aplikasi pertanian berbasis android. Dalam aplikasi tersebut anda dapat memaksimalkan hasil penjualan dan menentukkan harga anda sendiri, bertemu dengan calon pembeli dalam jangkauan yang lebih luas.

bisnis udang vaname

  1. Analisis Bisnis Budidaya Udang Vaname

Dengan banyaknya keunggulan yang dimiliki spesies udang vaname serta luasnya pangsa pasar yang tersedia, tentu saja peluang bisnis budidaya udang vaname menjadi sangat menggiurkan. Omset yang diraih pun tidak main-main, dari puluhan juta hingga miliaran.

Indonesia sendiri memiliki sekitar 412.000 hektar tambak air payau yang berpotensi menghasilkan ratusan juta hingga miliaran rupiah dalam sekali panen. Berikut adalah penjabaran dari analisis bisnis budidaya udang vaname.

  1. Modal Tetap

Modal tetap merupakan modal awal yang kita keluarkan saat memulai bisnis ini, dan besarnya adalah tetap, tidak terpengaruh oleh naik turunnya operasional budidaya. Modal ini mencakup lahan, peralatan, biaya pembuatan kolam beserta keseluruhan alat dan perlengkapannya (kincir, pompa, instalasi listrik, dll). Seandainya budidaya dilakukan di atas lahan seluas 3 hektar (35 kolam), berikut adalah analisis modal tetap yang dikeluarkan.

Sewa lahan                  : Rp2.500.000

Pembuatan kolam       : Rp2.250.000

Pompa air dan kincir   : Rp5.400.000

Instalasi listrik             : Rp12.500.000

Peralatan lainnya        : Rp10.000.000

Total modal tetap       : Rp32.650.000

  1. Modal Kerja

Modal kerja merupakan biaya atau dana yang kita keluarkan seiring berjalannya operasional pembudidayaan. Biaya ini bisa dikatakan naik-turun mengikuti dinamika operasional tambak. Termasuk di dalamnya adalah benih dan pupuk atau suplemen dan probiotik. Petambak bisa mengurangi modal kerja secara signifikan dengan cara memilih pupuk dan probiotik yang berkualitas dan terbukti manfaatnya.

Jenis modal kerja yang dihitung adalah:

Bibit udang vaname                : 3.500.000 ekor x Rp40 = Rp140.000.000

Pakan                                      : Rp1.300.000.000

Gaji karyawan                         : (35 orang) Rp600.000.000

Suplemen probiotik                 : Rp83.000.000

Biaya panen                            : Rp70.000.000

Transportasi dan listrik           : Rp135.000.000

Total modal kerja                    : Rp2.328.000.000

  1. Pendapatan

Jika saat panen akhirnya mendapat 81.000 kg dengan harga udang vaname di petambak Rp65.000, maka pendapatan saat panen adalah sebesar :

Rp65.000 x 81.000 kg = Rp5.265.000.000

  1. Keuntungan

Total modal kerja dan modal tetap adalah :

Rp2.328.000.000 + Rp32.650.000 = Rp2.360.650.000

Maka keuntungan yang didapat dalam sekali panen adalah :

Rp2.360.650.000 – Rp5.265.000.000 = Rp2.904.350.000

Udang vaname memerlukan tiga bulan dalam sekali siklus (satu kali panen), maka jika dalam satu tahun ada dua kali panen, keuntungan yang didapat mencapai Rp5.808.700.000. Luar biasa bukan?

Diihat dari analisis dan simulasi di atas, budidaya udang vaname bukan hanya potensal, tapi juga memberikan hasil yang luar biasa. Jika bisa dijual ke pasar ekspor, tentu laba yang didapat akan lebih besar lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *